Beberapa Kondisi Medis Ini Sebaiknya Ditangani dengan Bantuan Okupasi Terapi
Bantuan Informasi Media Pengobatan Topik

Beberapa Kondisi Medis Ini Sebaiknya Ditangani dengan Bantuan Okupasi Terapi

May 12, 2019

Terapi okupasi merupakan salah satu pengobatan alternatif yang tidak banyak diketahui oleh masayarakat. Namun, hal tersebut tentu tidak mengherankan karena jumlah okupasi terapi di Indonesia masih sangat minim. Seorang okupasi terapi bisa juga disebut sebagai dokter ataupun psikiater karena ketiga pasalnya ketiga profesi tersebut memiliki keterkaitan antar satu sama lain. Tujuan utama dari terapi okupasi ialah membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan pemberian exercise tertentu yang sesuai dengan gangguan medis yang diderita pasien. Lantas siapa saja yang membutuhkan terapi seperti ini??

Beberapa kondisi medis tertentu yang membutuhkan terapi okupasi adalah sebagai berikut:

  • Arthritis

Kondisi ini merupakan suatu keadaan dimana sendi seseorang sedang mengalami peradangan seperti sulit untuk digerakkan, kaku, dan nyeri di bagian tertentu. umumnya, keadaan ini dialami oleh seseorang yang sudah lanjut usia. Namun, tidak menutup kemungkinan pula Arthritis akan menyerang orang yang masih muda.

  • Depresi
    Depresi merupakan suatu kondisi dimana kesehatan spiritual seseorang mengalami gangguan yang kronis, seperti halusinasi, kacau pikiran, dan perupahan perilaku yang tidak jelas. Umumnya, penderita gangguan ini akan merasa stress hingga hidupnya tidak berguna. Dengan demikian, kondisi ini memerlukan penangan yang serius.

Sindrom Down. Ganguan sindrom down merupakan gangguan yang acam kali menyerakng anak-anak. Pada umumnya, anak-anak penderita sindrom down akan mengalami kesulitas pada saat belajar serta memiliki ciri fisik tertentu.

  • Autisme

Tentu banyak yang tidak asing dengan ganguan mental yang juga menyerang kaum anak-anak ini. Kondisi yang berhubungan dengan interaksi sosial ini umumnya akan bertahan dari masa anak-anak hingga seumur hidup. Penderita gangguan ini umumnya cenderung suka menyendiri dan tidak sukai dalam lingkungan yang ramai. Oleh sebab itu, keberadaan seorang okupasi terapis sangat dibutuhkan pada kondisi ini.

  • Dyspraxia

Yaitu gangguan kemampuan motorik berupa gangguan koordinasi syaraf otak, mata, dan otot anggota gerak untuk melakukan berbagai kegiatan seperti berlari, melompat, menunjuk, dan sebagainya. Jika hal ini tidak dilatih secara rutin, maka kondisi ini akan semakin parah di kemudian harinya.

  • Stroke

Kondisi ini umumnya dialami oleh seseorang yang sudah lanjut usia. Seorang okupasi terapis secara bertahap akan mengajari aktivitas sehari-hari seperti makan sendiri, memakai baju, dan sebagainya. Dengan pelatihan sedikit demi sedikit, seseorang yang menderita stroke akan terbantu untuk mengembalikan keadaannya seperti semula.

Penyakit Parkinson. Penyakit ini merupakan penyakit yang tidak jauh beda dengan dyspraxia. Hanya saja kondisi ini cenderung menyerang orang yang sudah dewasa. Sementara itu, dyspraxia menyerang anak-anak.

Di samping penyakit-penyakit tersebut, masih terbapat banyak penyakit yang membutuhkan terapi okupasi seperti skizofrenia, multiple sclerosis, celebral palsy, gangguan perkembangan pada anak, dan berbagai kondisi terkait penuaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *