Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Praktisi Terapi Okupasi
Informasi Media Pengobatan Topik

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Praktisi Terapi Okupasi

November 8, 2019

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Praktisi Terapi Okupasi – Terapi merupakan proses penyembuhan yang diberikan kepada pasien yang membutuhkan. Ada berbagai macam jenis terapi yang diberikan untuk pasien. Salah satunya adalah terapi okupasi. Berbeda dengan kebanyakan jenis terapi pada umumya, terapi okupasi diberikan agar pasien dapat kembali lagi ke kehidupan sehari-hari seperti semula setelah mengalami kecelakaan, trauma, maupun sakit kronis. Biasanya dalam terapi okupasi, seorang praktisi akan memberikan latihan untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam kegiatan sehari-hari. Diharapkan melalui terapi okupasi, pasien dapat lebih produktif tanpa memerlukan bantuan orang lain. Dalam terapi okupasi, ada seorang praktisi yang bekerja. Tentunya dalam setiap profesi akan ada pro dan kontra yang ditemukan. Berikut ini adalah beberapa diantaranya dalam profesi praktisi terapi okupasi.

Pro dan Kontra dalam Menjadi Praktisi Terapi Okupasi

Salah satu keuntungan dari menjadi praktisi terapi okupasi adalah banyaknya kebutuhan dari bidang yang satu ini. Kebanyakan lulusan dari bidang terapi okupasi tidak mengalami kesulitan untuk menemukan pekerjaan. Tetapi Bureau of Labor and statistics, diperkirakan akan ada pertumbuhan sekitar 27 persen dalam bidang karier ini untuk wilayah Amerika Serikat. Pekerjaan ini juga sangat cocok bagi anda yang senang bertemu dengan orang-orang baru. Seorang praktisi terapi okupasi akan bertemu dengan banyak orang dan karakter yang juga berbeda-beda. Maka dari itu pekerjaan ini sangat cocok bagi orang yang extrovert.

Banyak orang yang bekerja paruh waktu sebagai praktisi terapi okupasi demi mencari penghasilan tambahan, tetapi salah satu kontra dalam profesi praktisi terapi okupasi mungkin adalah karena profesi ini membutuhkan pendidikan tingkat lanjut. Selain harus lulus dari sekolah yang disetujui, praktisi terapi okupasi juga harus memiliki sertifikat nasional. Pekerjaan sebagai praktisi terapi okupasi juga bukannya tanpa risiko. Salah satu risikonya adalah terkena infeksi dari pasien. Ditambah lagi seorang praktisi terapi okupasi harus berurusan dengan pasien yang belum tentu bersikap baik. Disaat seperti ini praktisi terapi okupasi harus tetap sabar dan tenang. Pekerjaan sebagai praktisi terapi okupasi juga sangat memakan waktu. Terutama dalam usaha untuk membuat pasien pulih dan dapat beraktivitas seperti biasanya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *